Anonim

Racun bekicot bisa melumpuhkan rasa sakit - dan kecanduan opioid

Medis

Eric Mack

22 Februari 2017

Racun siput kerucut bisa menghasilkan pereda nyeri baru, non-opioid (Credit: University of Utah / My Huynh)

Dengan epidemi kecanduan obat penghilang rasa sakit opioid meningkat, para peneliti mengatakan mereka telah menemukan alternatif untuk menghilangkan rasa sakit dari sumber yang tidak mungkin - sebuah siput kecil yang ditemukan di Laut Karibia. Para ilmuwan dari Universitas Utah mengatakan siput kerang kecil Conus regius menghasilkan racun yang menghalangi jalur rasa sakit yang berbeda dari yang opioid bertindak atas.

"Alam telah berevolusi molekul yang sangat canggih dan dapat memiliki aplikasi yang tak terduga, " kata Baldomero Olivera, profesor biologi di Universitas Utah. "Kami tertarik menggunakan venoms untuk memahami jalur yang berbeda dalam sistem saraf."

Menariknya, racun keong bekicot juga telah ditemukan menjadi sumber insulin yang mungkin.

Tim Utah mengisolasi senyawa dari racun yang disebut Rg1A yang memblokir jenis reseptor rasa sakit pada hewan pengerat yang dikenal sebagai a9a10 reseptor nicotinic acetylcholine (nAChR). Penemuan ini menambah jumlah jalur non-opioid yang relatif kecil yang bisa menjadi kunci untuk mengobati nyeri kronis dengan risiko kurang adiksi terhadap obat penghilang rasa sakit.

Senyawa bekicot itu juga menunjukkan bonus yang mengejutkan, efek penghilang rasa sakitnya bertahan lama setelah zat itu diproses oleh tubuh.

"Kami menemukan bahwa senyawa itu masih bekerja 72 jam setelah injeksi, masih mencegah rasa sakit, " kata J. Michael McIntosh, profesor psikiatri di University of Utah Health Sciences.

Dia mengatakan ini bisa berarti senyawa itu sebenarnya memiliki efek regeneratif pada bagian dari sistem saraf. Mungkin dapat mengurangi akar penyebab nyeri kronis daripada hanya sementara mengatasi gejala.

"Setelah nyeri kronis berkembang, sulit untuk diobati. Senyawa ini menawarkan jalur baru yang potensial untuk mencegah rasa sakit kronis berkembang di tempat pertama dan juga menawarkan terapi baru untuk pasien dengan rasa sakit yang telah kehabisan pilihan, " " dia berkata.

Penelitian tim itu diterbitkan dalam Risalah National Academy of Sciences, Senin.

Para peneliti melangkah di luar pengujian hewan dan mengembangkan sejumlah versi sintetis dari senyawa yang lebih baik dikonfigurasi untuk bekerja pada reseptor jalur nyeri yang sesuai pada manusia.

Sementara senyawa tersebut belum diuji pada manusia yang sebenarnya, para peneliti mengambil langkah berikutnya untuk menyelidiki keamanan dan efektivitas penggunaannya sebagai terapi obat baru yang potensial yang kemudian dapat bergerak menuju tes klinis.

Sumber: Universitas Utah

Racun siput kerucut bisa menghasilkan pereda nyeri baru, non-opioid (Credit: University of Utah / My Huynh)

Direkomendasikan Pilihan Editor